Kumpulan Lengkap Artikel Asuhan Kebidanan Terbaru 2023

Mengetahui Denyut Nadi (Asuhan Kebidanan)



Gunakan 2 Jari untuk mengetahui Denyut Nadi

Dengan menggunakan 2 jari yaitu telunjuk dan jari tengah, atau 3 jari, telunjuk, jari tengah dan jari manis jika kita kesulitan menggunakan 2 jari.
Temukan titik nadi ( daerah yang denyutannya paling keras ), yaitu nadi karotis di cekungan bagian pinggir leher kira-kira 2 cm di kiri/kanan garis tengah leher ( kira-kira 2 cm disamping jakun pada laki-laki ), nadi radialis di pergelangan tangan di sisi ibu jari.
Setelah menemukan denyut nadi, tekan perlahan kemudian hitunglah jumlah denyutannya selama  15 detik, setelah itu kalikan 4,  ini merupakan denyut nadi dalam 1 menit.
Denyut nadi pada orang yang sedang beristirahat adalah
60 – 80 kali permenit untuk orang dewasa,
80 – 100 kali permenit untuk anak-anak,
100 – 140 kali  permenit pada bayi.
Bila Anda semakin bugar, denyut nadi Anda sewaktu istirahat akan makin menurun, kuat dan lebih teratur.
Namun denyut nadi bisa lebih cepat jika seseorang dalam keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau demam. Umumnya denyut nadi akan meningkat sekitar 20 kali permenit untuk setiap satu derajat celcius penderita demam.
Sedangkan untuk mengetahui kekuatan denyut jantung maksimal yaitu dengan rumus:
Nadi Max = 80% x (220 – umur )
Misalkan anda sekarang berusia 40 tahun maka kekuatan maksimal jantung anda adalah 80 % X 180 = 144 kali/menit.
Yang perlu diperhatikan adalah, denyut nadi yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan dapat berarti gangguan pada jantung. Segeralah periksakan diri ke instansi kesehatan terdekat.
Sistem Pernafasan Manusia
Alat pernafasan manusia terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut  :
-    Rongga hidung (cavum nasalis) : di dalamnya udara dibersihkan oleh rambut-rambut dan dihangatkan.
-    Faring : dibawahnya terdapat pangkal tenggorok yang disebut laring yang di dalamnya terdapat selaput suara.
-    Trakea (batang tenggorok)
-    Bronkus (cabang dari batang tenggorok)
-    Bronkiolus (cabang dari bronkus) : bercabang lagi sampai halus, dengan dinding semakin tipis dan pada brokiolus ini cincin tulang rawan tidak terdapat lagi.
-    Alveolus : dinding tipis, elastis, terdiri dari sau lapis, mempunyai banyak pembulus kapiler dan merupakan tempat terjadinya pertukaran O2 dan CO2 .
-    Paru-paru (pulmo)

Proses inspirasi dan ekspirasi diatur oleh otot diafragma dan otot antar tulang rusuk (intercostalis).
a.     Pernafasan dada :
Otot antara tulang rusuk berkontraksi maka tulang rusuk terangkat sehingga volume rongga dada membesar. Akibatnya tekanan udara di paru-paru mengecil sehingga udara luar mempunyai tekanan lebih besar masuk ke dalam paru-paru, maka terjadilah inspirasi.
Bila otot antartulang rusuk relaksasi maka tulang rusuk tertekan sehingga rongga dada mengecil. Akibatnya tekanan udara di paru-paru membesar sehingga udara keluar, maka terjadilah ekspirasi.
b.     Pernafasan perut :
        Diafragma berkontraksi sehingga mendatar maka rongga dada membesar. Keadaan ini menyebabkan tekanan udara di paru-paru mengecil sehingga udara luar  masuk dan terjadilah inspirasi.
        Bila otot diafragma relaksasi maka rongga dada mengecil, akibatnya tekanan di paru-paru membesar sehingga udara keluar maka terjadilah ekspirasi.
Volume udara pernafasan :
-    Udara pernafasan /tidal volume (UP)  :  udara yang masuk atau keluar sebanyak 500 cc saat inspirasi atau ekspirasi biasa. Setelah menghembuskan  500 cc tersebut (ekspirasi biasa) masih tersisa 2500 cc lagi di paru-paru.
-    Udara komplementer (UK) : udara sebanyak 1500 cc yang masih dapat dihirup lagi dengan cara inspirasi yang maksimum setelah inspirasi biasa.
-    Udara cadangan (UC) : udara sebanyak 1500 cc yang dapat dihembuskan lagi pada ekspirasi maksimum dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat.
-    Udara residu /udara sisa (UR) : udara sebanyak 1000 cc yang tidak dapat dihembuskan lagi dan menetap di paru-paru.
-    Kapasitas vital paru-paru (KVP) : volume udara yang dapat dikeluarkan dari paru-paru melalui penghembusan nafas sekuat-kuatnya, setelah melakukan penarikan nafas sedalam-dalamnya.
-    Volume total paru-paru (VTP) : keseluruhan udara yang dapat di tampung oleh paru-paru. Volume total paru-paru adalah kapasitas vital paru-paru ditambah udara residu (VTP = KVP  +  UR).

Reaksi pernafasan :

C6H12O6  +  6O2    à    6CO2  +  6H2O  +  energi (38 ATP)

Gangguan sistem pernafasan  :
-    Asfiksi :  ganguan dalam penangkutan O2 ke jaringan atau gangguan penggunaan O2 oleh jaringan
-    Difteri : penyakit daluran pernafasan bagian atas karena infeksi bacteri Corynebacterium diphtheriae
-    Pneumoniae : radang dinding aleolus yang disebabkan oleh infeksi bacteri Diplococcus pneumonia
-    Bronkitis : radang pada bronkus
-    Tonsilitis : radang pada faring yang di sebabkan oleh bacteri pada tonsil.
-    Faringitis : radang pada faring yang disebabkan oleh bacteri atau viris tertentu.
-    Pleuritis : radang pada selaput pembungkus paru-paru (pleura)
-    Asma : gangguan pernafasan dengan gejala sukar bernafas, bunyi mendesak dan batuk yang disebabkan alergi, psikis ataun karena penyakit menurun.
-    Kanker paru-paru : akibat sering merokok
-    Emfisema : gangguan pernafasan karena alveoli menjadi luas secara berlebihan, akibat terjadi penggembungan paru-paru secara berlebihan.
-    Polip pada hidung dan amandel  membesar pada tekak sehingga pemasukan udara terganggu, sehingga penderita sering membiarkan mulutnya terbuka.
-    Sinusitis :  radang di atas rongga hidung
-    Rinitis :  radang pada selaput lendir hidung
-    Kerusakan alveolus oleh kuman TBC (tuberculosis).

1. SISTEM PEREDARAN DARAH PADA JANTUNG
2. Sistem Peredaran Darah: Adalah salah satu sistem yang penting di dalam tubuh badan. Sistem ini mengedarkan darah bermula dari jantung ke seluruh badan dan masuk ke jantung semula. Sistem peredaran darah manusia juga dikenali sebagai sistem peredaran tertutup kerana darah mengalir di dalam salur darah yang tertutup
3. Fungsi asas peredaran darah ialah menyampaikan zat-za makanan dan oksigen kepada sel-sel di dalam badan dan mengeluarkan karbon dioksida dan bahan yang tidak dikehendaki dari sel. Sistem darah manusia mempunyai dua jenis iaitu peredaran pulmonari dan sistemik.
4. Peredaran Pulmonari Peredaran ini membawa darah tidak beroksigen dari jantung melalui arteri pulmonari ke paru-paru dan balik ke jantung melalui vena pulmonari
5. Peredaran Sistemik Peredaran ini membawa darah beroksigen dari jantung melalui aorta ke semua bahagian badan dan balik ke jantung
6. Struktur anatomi sistem ini terdiri daripada Jantung Saluran darah Darah
7. Jantung: Jantung terletak di dalam ruangan toraks (sangkar rusuk) di belakang tulang sternum, di hadapan tulang belakang dan kedudukannya menyendeng dari kanan ke kiri. Organ ini boleh dibahagikan kepada 2 bahagian iaitu kiri dan kanan. Ia dibahagikan oleh dinding yang dipanggil septum .
8. Lapisan jantung pula terdiri daripada 3 lapisan iaitu: Pericardium (luar) Myocardium (tengah) Endocardium (dalam) Jantung mempunyai 4 ruang iaitu: 2 ruangan atas dikenali sebagai atrium 2 ruangan bawah dikenali sebagai ventrikel Antara atrium dan ventrikel terdapat injap yang mengawal pengaliran darah di dalam jantung
9. 
10. Aliran darah di dalam jantung Venakava membawa darah yang mengandungi karbon dioksida ke atrium kanan. Apabila atrium kanan menguncup, darah masuk ke ventrikel kanan melalui injap trikuspid
11. Pengucupan ventrikel menolak darah melalui injap pulmonari ke dalam arteri pulmonari dan seterusnya ke paru-paru. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida berlaku di paru-paru. Seterusnya dalah mengalir melalui vena pulmonari ke atrium kiri. Apabila atrium kiri menguncup, darah akan melalui injap mitral (bikuspid) masuk ke ventrikal kiri.
12. 7. Dari ventrikel kiri darah mengalir melalui injap aorta ke salur aorta untuk dihantar ke seluruh badan.
13. Denyutan jantung Jantung berdenyut 60 – 80 kali seminit secara automatik dan kadar denyutan ini boleh bertambah mengikut keadaan, seperti bersenam.
14. Struktur dan Fungsi Salur Darah Terdapat 3 jenis salur darah yang utama: Arteri Vena Kapilari
15. Arteri Arteri ialah salur darah yang membawa darah keluar dari jantung ke bahagian-bahagian lain badan. Dinding arteri tebal, berotot dan elastik supaya ia boleh tahan tekanan darah yang tinggi disebabkan oleh denyutan jantung Arteri bercabang-cabang membentuk arteriol Semua arteri membawa darah beroksigen kecuali arteri pulmonari.
16. Arteri Vena
17. Vena Vena ialah salur darah yang membawa darah ke jantung dari bahagian-bahagian lain badan. Vena mempunyai dinding yang nipis dan saluran yang lebih besar jika dibandingkan dengan arteri. Darah yang berada dalam vena mengalir pada tekanan yang rendah dan oleh itu, dinding yang tebal tidak diperlukan. Saluran yang besar memberikan kurang rintangan terhadap pengaliran darah.
18. Vena dilengkapi dengan injap-injap yang menentukan darah mengalir hanya dalam satu arah sahaja, iaitu arah ke jantung. Injap-injap ini akan tertutup jika darah mengalir ke belakang dalam alirannya. Vena yang terkencil sekali dinamakan venul Semua vena membawa darah tidak beroksigen kecuali vena pulmonari.
19. Kapilari darah Kapilari darah ialah salur darah yang terkecil sekali. Kapilari darah menghubungkan arteriol kepada venul. Dinding kapilari darah hanya setebal satu sel. Dinding-dindingnya yang nipis serta telap memudahkan resapan bahan-bahan antara darah dan tisu-tisu berlaku dengan cepat.
20. 
21. Darah Darah terdiri daripada Pepejal (sel darah ) 40% Cecair (plasma) 60% Tubuh manusia mengandungi lebih kurang 8 – 10 pain (6 liter) darah. Darah terdiri daripada plasma, sel darah merah, sel darah putih dan sel pembekuan (platelet)
22. Plasma Adalah larutan yang berwarna jernih kekuningan dan mengandungi bahan larut dalam air. Lebih kurang 90% daripada plasma terdiri daripada air. Bahan larut yang terkandung dalam plasma: Garam-garam Bahan-bahan makanan – glukosa, asid amino Protin darah – fibrinogen, globulin dan albumin Bahan-bahan kumuh terutama urea Hormon
23. Sel Darah Merah (Eritrosit) Berbentuk ceper dwicekung Tidak mempunyai nukleus Mengandungi pigmen hemoglobin yang memberikan warna merahnya. Saiz dan bentuknya menghasilkan nisbah luas permukaan terhadap isi padu yang besar dan ini menambahkan kecekapan sel darah merah bagi pertukaran oksigen dengan plasma
24. Sel ini hidup selama lebih kurang 120 hari. Ia dimusnahkan dalam hati dan digantikan oleh sel-sel baru dalam sumsum tulang
25. 
26. Sel Darah Putih (Leukosit) Tidak berwarna dan mempunyai bentuk tidak sekata Tiap-tiap leukosit mempunyai nukleus Sel-sel darah putih dihasilkan dalam sumsum tulang dan kelenjar limfa dan hidup selama lebih kurang 30 jam.
27. Terdapat pelbagai jenis sel darah putih yang berlainan dari segi rupa dan fungsi. Ia memainkan peranan yang penting dalam pertahanan badan terhadap serangan bakteria.
28. 
29. Sel Pembeku Darah (Platelet) Sel-sel ini terbentuk daripada luluhan sel-sel lain, iaitu trombosit merupakan serpihan-serpihan sitoplasma yang sangat kecil. Sel-sel ini tidak mempunyai nukleus. Ia memainkan peranan penting dalam pembekuan darah. Sel ini hidup selama lebih kurang 10 hari
30. 
31. Fungsi Darah: Membawa oksigen dan zat-zat makanan ke seluruh sel dan tisu badan. Melawan jangkitan kuman. Membawa bahan buangan atau kumpulan, hormon-hormon dan enzim-enzim. Memberi warna kepada kulit Mengawal suhu badan.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

STRATEGI CUAN DARI YOUTUBE

STRATEGI CUAN DARI YOUTUBE
Pasti Cuan dijamin ampuh

CHATING DISINI YUK?

Featured Post

Bila Mau Punya Anak, Perhatikan Hal Berikut ini

Header Ads Widget